Senin, 21 November 2011

Experimen 2 (Peristiwa Difusi dan Osmosis)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………………………………………………..……….   -
KATA PENGANTAR ..………………………………………………………………………………………………………….…….   ii
HALAMAN PENGESAHAN …..……………………………………………………………………………………………………  iii
DAFTAR ISI ..………………………………………………………….………………………………………………………………..  iv
BAB I PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang ………………………………………………………………………………………………..    1
B.       Tujuan ………………………………………….……………………………………….…………………………   2
C.       Waktu dan Tempat ………………………………………………………………………………………….   2
BAB II PEMBAHASAN
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI TENTANG TRANSPORTASI MELEWATI MEMBRAN
    1. Alat dan Fungsi …………………………………………………………………………………………..….    3
    2. Bahan dan Fungsi ……………………………………………………………………………………..……    3
    3. Langkah-langkah Kerja …………………………………………………………………………….…….    3
    4. Gambar Hasil Pengamatan …………………………………………………………………………….  4-5
    5. Tabel Hasil Pengamatan ……………..……………………………………………………….………..    6
    6. Analisa Hasil …………………………………………………………………………………….……………   6-7
BAB III PENUTUP
A.       Kesimpulan ……………………………………………………………………………….…………………..    8
B.       Saran …………………………………………………………………………………………………………….     8
                DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………………………….     9

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

                  Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel. Contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air garam. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotic merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. Jika sel ditempatkan dalam larutan yang lebih pekat (hipertonik) terhadap cairan sel mengkerut. Pristiwa ini disebut plasmolisis.
                  Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh peristiwa difusi yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar.
   Kecepatan difusi ditentukan oleh : jumlah zat yang tersedia, kecepatan gerak kinetik dan      jumlah celah pada membran sel. Difusi sederhana ini dapat terjadi melalui dua cara:
a)      Melalui celah pada lapisan lipid ganda, khususnya jika bahan berdifusi terlarut lipid
b)      Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor.


·        HIPOTESIS
1.      Hipotesis Alternatif
a.      Ada perubahan massa kentang sebelum dan sesudah perlakuan.
b.      Ada pengaruh perbedaan konsentrasi larutan terhadap kecepatan osmosi pada  kentang.
2.      Hipotesis Nol
a.      Tidak ada perubahan massa kentang sebelum dan sesudah perlakuan.
b.      Tidak ada pengaruh perbedaan konsentrasi larutan terhadap kecepatan osmosis pada kentang.
B.      Tujuan
                  Tujuan dengan diadakanya praktikun biologi (experiment 2)   yang berjudul Transportasi melewati membran adalah :
1)      untuk mengetahui perbedaan proses transportasi zat secara difusi dan osmosis.
2)      Untuk menguji bagaimana peristiwa difusi dan osmosis pada kentang.
3)      Untuk mengetahui perbedaan pada percobaan proses difusi dan osmosis pada kentang, yaitu antara larutan gula dan air biasa.

C.      Waktu dan Tempat
                    Praktikum biologi (experiment 1)  tentang sel mati, sel hewan dan sel tumbuhan dilaksanakan pada hari Sabtu tangal 10 September 2011 pukul 10.00-11.00 wita. Bertempat di Laboratorium IPA SMA Neg. 21 Makassar.



BAB II
PEMBAHASAN
·        LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI ”TRANSPORTASI MELEWATI MEMBRAN (EXPERIMEN 2)
A.      Alat – alat dan fungsinya :   
·         Neraca / Timbangan : untuk mengukur / mengetahui berat benda (kentang dan gula).    
·         Gelas Kimia (4buah) : gelas untuk diisi air.                            
·         Batang Pengaduk : untuk mengaduk gula di dalam air.         
·         Tissu : untuk meniriskan kentang yang sudah direndam dalam larutan gula.

B.      Bahan – bahan dan fungsinya :
·         Kentang : sebagai bahan yang akan diamatidifusi dan osmosis.
·         Larutan Gula : sebagai bahan larutan perendaman kentang.
·         Aqua : sebagai bahan larutan perendaman kentang .

C.      Langkah – Langkah Kerja
1)      Pembuatan Larutan :
§  0%      : 100 ml air
§  5%      : 100 ml air + 5 gr gula pasir
§  10%    : 100 ml air + 10 gr gula pasir.
§  25%    : 100 ml air + 25 gr gula pasir.
2)      Kupas kentang lalu potong bentuk balok, sebanyak 4 buah ( A, B, C, D )
3)      Timbang masing-masing irisan kentang dan catat pada tabel pengamatan.
4)      Masukkan masing-masing potongan kentang yang telah di timbangan kedalam larutan gula dengan konsentrasi yang berbeda.
5)      Setelah 20 menit amati potongan kentang tersebut lalu keluarkan dari rendaman.
6)      Tiriskan pada kertas tissue lalu timbang kembali.


D.    Gambar Hasil Pengamatan :








”Penimbangan Pertama kentang sebelum perendaman pada larutan”








”Awal perendaman kentang sebelum 20 menit pada larutan air dan larutan gula”










”Penirisan kentang pada kertas tissue setelah perendaman selama 20 menit”














                A =  0% : 100 ml air                                              B = 5% : 100 ml air + 5 gr gula pasir











     C = 10% : 100 ml air + 10 gr gula pasir                        D = 25% : 100 ml air + 25 gr gula pasir

       ”Hasil akhir perendaman kentang setelah 20 menit pada larutan air dan larutan gula”



 











                ”Penimbangan kedua kentang setelah perendaman pada larutan”
E.      Tabel Hasil Pengamatan

Kentang
Sebelum Perendaman
Setelah
Perendaman

Keterangan

A

6.59 gr


6.59 gr

+ (bertambah)
Difusi (Tenggelam)

B

6.59 gr

7.00 gr

+ (bertambah)
Difusi (Tenggelam)

C

6.04 gr




5.95 gr





- (berkurang)
Osmosis (Mengapung)

D

5.02 gr


4.82 gr


- (berkurang)
Osmosis (Mengapung)

F.      Analisa Hasil
                  Pada percobaan ini terdapat 4 buah gelas (A, B, C, D), 3 gelas (B, C, D) yang berisi larutan gula dan 1 gelas (A) yang hanya berisi air. Pada masing-masing  gelas terdapat larutan gula yang berbeda konsentrasi, yaitu :
§  Gelas  A  berisi  100 ml air
§  Gelas  B  berisi 100 ml air + 5 gr gula pasir
§  Gelas  C  berisi 100 ml air + 10 gr gula pasir
§  Gelas  D berisi 100 ml air + 25 gr gula pasir
Keempat gelas tersebut dimasukkan masing-masing kentang yang berukuran sama. Berat awal  kentang pada gelas :
§  A  = 6.59 gr                                                     n       C = 6.04 gr
§  B  = 6.59 gr                                                                     n       D =  5.02 gr

Setelah  20 menit berat akhir kentang pada gelas :
§  A  = 6.59 gr, selisih 0.00                                   n       C = 5.95 gr, selisih 0.09
§  B  = 7.00 gr, selisih 0.01                                   n       D =  4.82 gr, selisih 0.02

                  Selisih berat awal dan berat akhir kentang pada gelas C dan D disebabkan karena peristiwa osmosis, yang mengakibatkan kentang tersebut mengapung.  Osmosis adalah perpindahan zat / air dari larutan konsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan berkonsentrasi  tinggi ( hipertonis ). Dalam percobaan ini proses osmosis terjadi pada cairan dalam sitoplasma yang memiliki konsentrasi  0.09 dan 0.02 yang berpindah ke larutan yang hipertonis yaitu larutan gula. Hal ini mengakibatkan cairan dalam sitoplasma berkurang sehingga berat kentang juga berkurang.
              Sedangkan pada gelas A dan B terjadi perpindahan air ke sitoplasma sel kentang sehingga berat kentang bertambah dan mengakibatkan kentang tersebut tenggelam dimana peristiwa ini disebut dengan peristiwa difusi.  Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.
              Jadi, hipotesis alternatif berlaku, pada gelas B, C dan D karena terjadi perubahan massa sebelum dan sesudah perlakuan, serta adanya perbedaan konsentrasi terhadap kecepatan proses osmosis. Sedangkan hipotesis nol berlaku pada gelas A karena tidak ada perubahan massa kentang sebelum dan sesudah perlakuan.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:
1)     Difusi dapat diartikan perpindahan zat (padat, cair, dan gas) dari larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan dengan konsentrasi rendah (hipotenis).
2)     Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel.
3)     Kentang yang direndam dalam larutan garam dan gula mengalami osmosis dimana kandungan air dalm kentang lebih besar sehingga air cenderung keluar yang menyebabkan berat kentang berkurang (hipertonis).
4)     Kentang yang direndam dalam air biasa mengalami difusi dimana kandungan air yang ada di luar kentang lebih besar sehingga air cenderung masuk dan menyebabkan berat kentang bertambah (hipotonis).

B.    Saran

§  Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, jika para pembaca ingin leih yakin dan percaya tentang penelitian ini, anda dapat melakukannya kembali dengan lebih teliti dan dengan penyempurnaan-penyempurnaan.





DAFTAR PUSTAKA

û    Amin Mohamad. 209.Biologi SMA/MA kelas XI. Jakarta : Bailmu.
û    Anonim, 2010, laporan praktikum difusi osmosis, http://izafaqih.blogspot.com/2010/12/laporan-praktikum-difusi-osmosis.html ; 14 mei 2011
û    Sembiring Langkah, 2005, Biologi. Jakarta : Sunda Kelapa Pustaka


1 komentar:

  1. Makasih infonya..
    Tapi, boleh di masukkan foto proses praktikumnya gak? Gambar hasil pengamatannya gak ada.

    BalasHapus