Minggu, 11 Desember 2011

EXPERIMEN 1 PENELITIAN SEL

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1667, pada saat pengamatan sayatan gabus pada mikroskop, ia melihat adanya ruang-ruang kecil yang disebutnya cella yang berarti kamar kecil. Kurang lebih 200 tahun kemudian Dutrochet, Von Schler, dan Schwann menegaskan penemuan Hooke. Pada tahun 1835 mereka menyatakan bahwa di dalam cella terdapat suatu zat yang kental yang sekarang dikenal sebagai protoplasma.
Dari adanya penemuan sel yang dikemukakan oleh beberapa peneliti tersebut maka para peneliti dapat membedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Salah satu perbedaan yang khas dari sel hewan dan tumbuhan adalah adanya dinding sel dan sel tumbuhan yang didalamnya mengandung selulosa. Dinding sel ini berfungsi untuk melindungi isi yang ada di dalam sel dan memberikan bentuk pada sel tersebut. Setiap dinding sel mempunyai ketebalan yang berbeda. Misalnya jika dibandingkan antara sel pada bawang merah dan sel gabus pada batang umbi kayu, maka dinding sel dari bawang merah ternyata lebih tipis dibandingkan dengan dinding sel yang ada pada batang umbi kayu.
Apabila dalam ruang sel/lumen terdapat protoplasma sel tumbuhan didalamnya terdapat plasma sel, inti sel, butir-butir plastida dan mitokondria. Sel gabus tumbuhan Quercus suber termasuk sel yang mati karena sudah tidak memiliki inti sel dan sitoplasma, sehingga ruang selnya tampak kosong. Bentuk sel gabus adalah heksagonal yang tersusun rapat antara satu dengan yang lainnya. Pada umumnya setiap sel mempunyai sitoplasma yang merupakan cairan yang terdapat didalam sel dan diluar sel. Penelitian Robert Brown membuktikan bahwa sitoplasma dapat bergerak secara acak, rotasi, dan sirkulasi. Hal ini membuktikan bahwa sel melakukan aktivitas kehidupan.

Kulit pada hewan terdiri dari epidermis yang terletak dibagian luar dan dermis yang terletak disebelah dalamnya. Epidermis terdiri dari beberapa lapisan, yaitu : 1) Stratum germinatum, 2) Stratum transisional, 3) Stratum corneum. Lapisan Stratum germinatum merupakan bagian epidermis yang sel-selnya selalu mendesak sel-sel yang lama kearah permukaan kulit, sehingga makin lama sel-sel tersebut menjauh dari dermis dan akhirnya mati.

B.      Maksud dan Tujuan
                  Maksud dengan adanya praktikum ini adalah agar para praktikan dapat mengetahui ciri-ciri dan perbedaan  sel mati, sel hewan dan sel tumbuhan.
                  Tujuan dengan diadakanya praktikun biologi (experiment 1)   tentang sel mati, sel hewan dan sel tumbuhan adalah untuk menerapkan penggunaan dengan baik dan tepat, serta memahami ciri-ciri sekaligus dapat membedakan sel mati, sel hewan dan sel tumbuhan.

C.      Waktu dan Tempat
                        Praktikum biologi (experiment 1)  tentang sel mati, sel hewan dan sel tumbuhan dilaksanakan pada hari Sabtu tangal 13 Agustus 2011 pukul 10.00-11.00 wita. Bertempat di Laboratorium IPA SMA Neg. 21 Makassar.


BAB II
PEMBAHASAN
·        LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI TENTANG PENELITIAN SEL (EXPERIMEN 1)
A.      Alat – alat  dan fungsinya  : 
·         Microskop : untuk mengamati sel hewan dan sel tumbuhan.            
·         Kaca objek : wadah untuk meletakan preparat.                                 
·         Kaca penutup (the glass) : melindungi atau untuk menutup preparat.                      
·         Pipet tetes : untuk mengambil air untuk di tetesi di bahan objek.                 
·         Pinset : untuk mengambil sel gabus pada batang ketela pohon.

B.      Bahan – bahan dan fungsinya :
·         Bawang merah : sebagai bahan yang akan diamati bentuk selnya.
·         Gabus : sebagai bahan yang akan diamati bentuk selnya.
·         Rhoe diskolor (kalau ada) : sebagai bahan yang akan diamati bentuk selnya.
·         Aqua : untuk memperjelas hasil pengamatan .
·         Tissu : untuk membersihkan kaca preparat sebelum di letakan pada microskop.
·         Tusuk gigi : untuk mengambil epithelium squamosum pada pipi.
·         Silet : untuk mengiris tipis bahan-bahan yang akan diamati dengan menggunakan microskop.

C.      Langkah – Langkah Kerja
a)      Untuk melihat sel mati :
§  Iris gabus setipis mungkin.
§  Hasil irisan di letakkan pada kaca objek.
§  Tetesi dengan air aqua secukupnya.
§  Lalu amati di bawah microskop dengan ( pembesaran lemah  à kuat ).
§  Gambar hasil pengamataan.

b)      Untuk melihat sel tumbuhan :
§  Keluarkan epidermis bawang merah dengan menggunakan pinset atau tangan. (Epidermis luar dan eppidermis dalam).
§  Letakkan pada kaca objek.
§  Tetesi dengan aqua secukupnya.
§  Amati di bawah microskop.
§  Gambar hasil pengamatan.

c)      Untuk melihat sel hewan :
§  Korek bagian dalam dari pipi dengan tusuk gigi yang bersih.
§  Hasil korekan di letakkan pada kaca objek.
§  Amati di bawah microskop.
§  Gambar hasil pengamatan.

D.     Tabel Hasil Pengamatan
Objek Penelitian
Gambar
Keterangan
Sel Gabus


Bentuk persegi panjang yang merupakan ruang sel, tidak memiliki inti sel (nukleus).

Epidermis bawang merah


Terdapat ruang sel, memiliki inti sel (nukleus), memiliki sitoplasma.
Epitel rongga mulut

Tidak mempunyai dinding sel sehingga mempunyai bentuk yang tidak tetap dan mudah berubah – ubah bentuknya, tersusun oleh inti sel, membran sel dan sitoplasma.

E.      Analisa Hasil

1.      Sel Gabus
        Dinding sel pada sel gabus memiliki ukuran yang lebih tebal dari pada dinding sel bawang merah dan memiliki bentuk yang tidak beraturan ada yang berbentuk lonjong ada juga yang berbentuk segi enam yang memanjang, jarak antar dinding sel berdekatan atau saling menyatu, sel gabus mempunyai bentuk yang tetap atau tidak berubah – ubah karena mempunyai dinding sel. Sel gabus tersusun oleh :
a)      Dinding sel
b)     Sitoplasma
c)      Vakuola
d)     Inti sel

2.      Sel Epidermis Bawang Merah
                    Pada pengamatan selaput bagian dalam bawang merah ( Allium cepa ) pada mikroskop terlihat sel-sel bawang merah yang berlapis-lapis. Pada sel-sel bawang merah terdapat organel-organel sel seperti sitoplasma, dinding sel dan nukleus. Dinding sel berfungsi untuk melindungi dan memberi bentuk pada sel. Nukleusnya berbentuk oval dan merupakan organel terbesar dalam sel. Plastidanya berupa butir-butir yang mengandung zat warna ( ungu ).
                  Sel epidermis bawang merah mempunyai dinding sel yang berbentuk tidak beraturan ada yang berbentuk segi enam yang memanjang dan ada juga yang mempunyai bentuk segi empat yang memanjang. Sel epidermis bawang merah mempunyai bentuk yang tetap dan tidak berudah – ubah karena di dalam sel ter dapat dinding sel . Sel epidermis bawang merah tersusun oleh :

a)      Dinding sel,
b)     Sitoplasma
c)      inti sel

3.       Sel Epitel Rongga Mulut

                    Pada percobaan ini kami mengamati sel Epitel Rongga Mulut sebagai perwakilan dari sel hewan. pada sel Epitel Rongga Mulut kami dapat melihat adanya membran sel, inti sel dan sitoplasma. Fungsi inti sel dan sitoplasma pada sel hewan sama seperti pada sel tumbuhan, bedanya sel hewan tidak memiliki dinding sel. Sel hewan hanya mempunyai membran sel yang berfungsi untuk melindungi organel-organel yang berada di dalamnya
Sel mukosa pipi tidak mempunyai dinding sehingga mempunyai bentuk yang tidak tetap dan mudah berubah – ubah bentuknya. Sel mukosa pipi hanya mempunyai membram sel saja sehingga sel mukosa pipi termasuk sel hewan. Sel mukosa pipi tersusun oleh :





a)      Inti sel
b)     Membram sel
c)      Sitoplasma
                                     Yang termasuk sel tumbuhan berdasarkan hasil pengamatan adalah sel    epidermis                  bawang merah dan sel gabus. Karena memiliki dinding sel, sedangkan dinding sel       sendiri hanya dimiliki oleh sel tumbuhan saja. Sedangkan yang termasuk             sel hewan        adalah sel        Epitel rongga mulut (sel rongga pipi) karena tidak mempunyai dinding sel          melainkan       hanya mempunyai membram sel saja.         Sehingga tidak termasuk sel tumbuhan.
“ PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN “
SEL HEWAN
SEL TUMBUHAN
Ukuran sel lebih besar daripada sel hewan
Ukuran sel lebih kecil daripada sel tumbuhan
Bentuknya tetap
Tidak memiliki bentuk yang tetap
Memiliki dinding sel
Tidak Memiliki dinding sel
Memiliki klorofil ( plastida )
Tidak Memiliki klorofil ( plastida )
Mempunyai Vakuola yang besar
Mempunyai vakuola tapi kecil
Tidak memiliki sentrosom
Memiliki sentrosom
Mempunyai inti sel
Mempunyai inti sel
Mempunyai sitoplasma
Mempunyai sitoplasma

BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:
1.      Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil atau paling sederhana
2.      Pada sel hewan bentuk sel tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membrane sel dapat bergerak dengan bebas.
3.      Pada tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memliki sel sehingga gerakan membrane sel terbatas.
4.      Struktur sel hidup adalah ruang sel yang berisi nukleus, sitoplasma, dan antar selnya dibatasi oleh dinding sel.
5.      Struktur sel mati adalah ruang sel yang di dalamnya kosong karena organ-organ selnya telah mati dan mempunyai dinding sel untuk membatasi sel satu dengan sel yang lainnya
6.      Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel dan paada sel hewan tidak mempunyai dinding sel tetapi sel hewan meiliki membran sel.
7.      Yang termasuk sel tumbuhan adalah sel gabus, dan sel epidermis bawang merah dan yang termasuk sel hewan adalah sel epitel rongga mulut.

B.     Saran

§  Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maximal.
§  Kepada pengamat disarankan agar lebih teliti saat melakukan percobaan agar tidak terdapat gelembung udara yang bisa mempersulit pengamatan.
§  Dalam proses pengamatan objek dengan menggunakan microskop pengaturan focus sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan.
§  Pada kegiatan praktikum ini, sebaiknya alat dan bahan yang akan digunakan di persiapkan terlebih dahulu, agar praktikan dapat berjalan dengan baik dan tidak terhambat.

1 komentar: